Bone, Juni 2025
Dalam rangka meningkatkan kompetensi digital tenaga pendidik, SMP Islam Athirah Bone menggelar kegiatan **sharing session** antar guru sebagai bentuk persiapan menghadapi **tes uji kompetensi komputer**. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dan penuh antusias, melibatkan seluruh guru dengan materi utama seputar **Microsoft Excel dan Microsoft Word**, yang selama ini menjadi perangkat penting dalam tugas-tugas administrasi dan pembelajaran guru.
Kolaborasi yang Menguatkan Kegiatan sharing session ini tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga menjadi ajang kolaborasi dan kebersamaan. Dengan semangat saling mendukung, para guru belajar secara kelompok, bertukar pengalaman, serta mempraktikkan langsung penggunaan aplikasi-aplikasi perkantoran yang relevan.
Kegiatan ini merupakan inisiatif sekolah untuk membekali guru dengan keterampilan digital sebagai bagian dari tantangan dunia pendidikan modern. Terlebih, uji kompetensi komputer kini menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian kinerja guru.
Dipandu oleh Narasumber Internal: Ibu Mutiara
Menariknya, kegiatan ini dipandu oleh **Ibu Mutiara**, guru komputer SMP Islam Athirah Bone sendiri yang dikenal berpengalaman dalam bidang teknologi pendidikan. Dengan pendekatan yang komunikatif dan sabar, Ibu Mutiara membimbing para guru dari tingkat dasar hingga lanjutan dalam penggunaan Excel dan Word.
“Belajar komputer tidak harus rumit. Yang penting kita mau mencoba dan tidak takut salah,” ujar Ibu Mutiara dalam salah satu sesi pelatihan.
Materi yang diajarkan mencakup formula Excel seperti **SUM, AVERAGE, IF, VLOOKUP**, penggunaan **tabel dinamis**, serta pengolahan nilai dan absensi siswa secara otomatis. Sementara pada Microsoft Word, guru diajarkan membuat dokumen resmi, menyusun laporan, dan menggunakan fitur **Mail Merge** untuk efisiensi kerja.
Serius tapi Seru Meski membahas topik teknis, suasana selama sharing session berlangsung sangat interaktif dan menyenangkan. Para guru terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Banyak yang aktif bertanya dan mencoba langsung materi di laptop masing-masing.
“Kami biasanya menggunakan Word dan Excel hanya sebatas dasar. Tapi sekarang kami mulai paham banyak fitur penting yang sangat memudahkan pekerjaan,” ungkap salah satu guru peserta.
Suasana belajar berlangsung santai, namun tetap fokus dan produktif. Gelak tawa sesekali terdengar ketika ada kesalahan teknis yang lucu, atau saat menemukan fitur baru yang sebelumnya belum diketahui. Hal ini memperkuat semangat kebersamaan sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri dalam menggunakan perangkat teknologi.
Dampak Nyata di Lapangan, Setelah mengikuti sharing session, banyak guru mulai menerapkan keterampilan baru mereka dalam pekerjaan sehari-hari. Mulai dari membuat laporan nilai otomatis, menyusun kurikulum dengan template digital, hingga menyiapkan format dokumen pembelajaran yang lebih profesional.
Kegiatan ini memberikan manfaat langsung, karena guru menjadi lebih efisien dalam mengerjakan tugas administrasi. Waktu yang biasanya dihabiskan untuk pekerjaan teknis kini bisa digunakan lebih banyak untuk kegiatan pembelajaran dan pendampingan siswa.
Cerminan Jalan Kalla: Aktif Bersama Kegiatan ini menjadi bukti nyata penerapan budaya **“Jalan Kalla Aktif Bersama”** yang diusung oleh Yayasan Pendidikan Athirah. Semangat aktif, kolaboratif, dan saling menguatkan tercermin dalam setiap sesi belajar bersama ini.
Tidak ada guru yang merasa tertinggal, karena semua belajar dan maju bersama. Guru yang lebih dulu paham, dengan senang hati membantu teman lainnya. Nilai-nilai kebersamaan dan kemajuan bersama terasa begitu kuat.
“Ini bukan hanya tentang belajar komputer, tapi tentang membangun budaya belajar yang sehat dan kolaboratif. Kami belajar bukan untuk lulus ujian saja, tapi agar bisa bekerja lebih baik dan profesional,” ujar salah satu peserta.
Penutup
Dengan semangat belajar bersama dan pendampingan dari narasumber internal, kegiatan sharing session guru SMP Islam Athirah Bone menjadi model pembelajaran profesional yang efektif dan membumi. Ini adalah bentuk keseriusan sekolah dalam membekali guru-gurunya untuk menghadapi tantangan zaman.
Ke depan, kegiatan seperti ini diharapkan terus berlanjut dengan topik-topik yang beragam dan relevan, demi menciptakan guru yang tidak hanya cakap dalam mengajar, tetapi juga tangguh dalam memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses pendidikan.












